Aquarius Akan Pantau Lautan dari Langit

Sesuai nama Dewa Laut dalam mitologi Yunani, wahana satelit terbaru NASA yang diberi nama Aquarius akan segera diluncurkan dan digunakan untuk memantau kondisi lautan. Pada 9 Juni mendatang, NASA berencana meluncurkan wahana ruang angkasa terbarunya itu.Satelit baru ini akan sangat bermanfaat bagi para ilmuwan yang mempelajari siklus air di bumi serta hubungannya dengan arus laut dan iklim. Aquarius memetakan konsentrasi larutan garam di permukaan laut yang akan melengkapi data hasil pengamatan temperatur permukaan laut yang telah lebih dulu dimonitor melalui satelit.

Sejumlah Dinosaurus Ternyata Hobi Makan Malam

Temuan ini membantah perkiraan sebelumnya bahwa predator hanya aktif pada siang hari.
Temuan ini membantah pemahaman umum bahwa mamalia purba menyelinap tanpa terancam oleh predator yang sebelumnya diperkirakan hanya aktif pada siang hari. (uua.cn)
 
Beberapa spesies dinosaurus dan reptil terbang jaman dahulu diperkirakan pergi berburu pada malam hari. Kesimpulan ini didapat dari sebuah penelitian terbaru terhadap fosil dari struktur tulang mata sejumlah reptil dan burung purba yang dilakukan oleh Lars Schmitz dan Ryosuke Motani, peneliti dari University of California. Dikutip dari ScienceShots, 15 April 2011, pada makhluk modern yang memiliki struktur serupa, ukuran dan proporsi dari apa yang disebut sebagai scleral ring yang memperkuat jaringan luar mata dan sekitar pupil merupakan indikator handal untuk mengetahui apakah hewan bersangkutan aktif di siang hari, malam hari, atau pada siang dan malam hari.

Asteroid Berkekuatan 15 Bom Atom Dekati Bumi

Asteroid ini lebih besar dibanding asteroid yang meledak di atas Indonesia, Oktober 2009.
Ukuran asteroid ini mencapai 50 meter. Meski terdengar kecil, asteroid ini 5 kali lebih besar dibanding asteroid yang meledak 15 kilometer di atas Indonesia, Oktober 2009 lalu. (nasa.gov)
 
Sejumlah astronom amatir dari seluruh dunia telah menemukan sebuah asteroid yang diperkirakan akan melintas di dekat Bumi pada Senin malam, 18 April 2011 mendatang. Saat ini, asteroid 2011 GP59 itu berada pada jarak 10 kali dibanding jarak Bumi dengan bulan.Penampakan asteroid yang berkelap-kelip membuat para pengamat tertarik. Ternyata, diketahui bahwa asteroid berbentuk seperti cerutu ini berputar dari ujung ke ujung secara cepat.