Manusia Bisa Melihat Medan Magnet

Tanpa disadari, manusia sebenarnya bisa melihat medan magnet Bumi karena adanya suatu senyawa dalam mata. Ada kemungkinan, nenek moyang manusia dulu punya kemampuan tersebut. Sebuah studi menunjukkan bahwa ada kemungkinan protein bernama cryptochrome muncul pada retina. Protein tersebut banyak didapati pada hewan dan tumbuhan sehingga beberapa spesies bisa menggunakan medan magnet Bumi untuk melakukan navigasi.
 Elektron dalam molekul cryptochrome saling terkait. Medan magnet Bumi menyebabkan elektron bergoyang. Reaksi kimiawi untuk merespons goyangnya elektron tersebut membuat burung dapat melihat medan magnet dalam warna-warni. Para peneliti sebelumnya mengira kalah cryptochrome tidak memiliki banyak keuntungan bagi manusia sehingga tidak dapat mengenali medan magnet seperti burung. Karenanya, manusia butuh patokan atau perangkat GPS untuk mengetahui arah.

Ilmuwan Ungkap Kemampuan Menakjubkan Burung Merpati

Tak disangka, burung merpati memiliki kemampuan sangat mengejutkan. Peneliti Prancis mengetahui kemampuan ini setelah meneliti merpati kota. Merpati perkotaan mampu mengidentifkasi manusia yang ingin memberi mereka makan atau sekadar mencoba mengejar-ngejarnya. Populasi merpati Eropa diperkirakan mencapai 28 juta ekor.
Tingkat kepadatan tertinggi merpati terletak di pusat kota. Hal ini disebabkan rendahnya tingkat predator di kawasan itu dan makanan yang selalu ada. "Dianggap sebagai wabah, merpati kota sendiri hidup dekat dengan aktivitas manusia dan memanfaatkan kedekatan ini guna mencari makanan,” papar tim ilmuwan Prancis di jurnal Animal Cognition.

Kenapa Jari Keriput Saat Basah?

Jari-jari yang berubah menjadi keriput ketika basah bisa jadi merupakan sebentuk adaptasi agar kita bisa menggenggam lebih kuat dalam kondisi basah. Hipotesis tersebut disampaikan Mark Changizi, ahli neurobiologi evolusioner di 2AI Labs, di Boise, Idaho, Amerika Serikat.
Hasil studi Changizi bersama koleganya yang dipublikasikan dalam jurnal Brain, Behavior, and Evolution itu bertentangan dengan anggapan umum bahwa jari menjadi keriput karena menyerap air. Menurut Changizi, keriput pada jari yang basah berfungsi seperti alur pada ban. Keriput membentuk kanal sebagai tempat mengalirnya air ketika kita menekan ujung jari pada permukaan yang basah. Inilah yang menyebabkan cengkeraman jari-jari pada permukaan yang basah menjadi lebih kuat.