Bagaimana Jika Asteroid Besar Tak Hantam Bumi

Asteroid berukuran 9,6 KM menghantam bumi, memusnahkan dinosaurus dan 70% spesies lain
Sekitar 65 juta tahun lalu, asteroid berukuran sekitar 9,6 kilometer menghantam bumi dan memusnahkan dinosaurus serta lebih dari 70 persen spesies makhluk hidup lain. (starryskies.com)


Apa yang akan terjadi jika asteroid raksasa tidak menghantam planet kita dan memunahkan dinosaurus? Pertanyaan ini sudah mengemuka sejak lama dan kini sudah mulai muncul jawabannya.Seperti diketahui, ada banyak faktor penyebab musnahnya dinosaurus dari permukaan permukaan Bumi. Namun, gema lonceng kematian bagi hewan terbesar yang pernah hidup itu adalah kedatangan asteroid berukuran sekitar 9,6 kilometer.

15% Stroke Terjadi Saat Tidur

Pasien perlu mendapatkan perawatan beberapa jam pertama setelah serangan stroke terjadi
Pasien penderita stroke perlu mendapatkan perawatan beberapa jam pertama setelah serangan terjadi. Jika terlambat, potensi terjadinya komplikasi semakin besar. 
(apihealthcare.com)


 Peneliti dari University of Cincinnati mengungkapkan statistik yang cukup mengkhawatirkan. Menurut data yang dikumpulkan, hampir 15 persen serangan stroke terjadi saat penderita sedang tertidur. Akibatnya, risiko mengalami kerusakan otak semakin besar karena pasien tidak bisa mendapatkan perawatan yang tepat dalam waktu cepat.Seperti diketahui, dokter biasanya memberikan perawatan yang disebut sebagai tissue palsminogen activator, atau tPA bagi pasien penderita stroke, pada beberapa jam pertama setelah serangan. Akan tetapi, jika perawatan dilakukan lebih lambat, maka potensi terjadinya berbagai komplikasi pada pasien semakin besar.

Perubahan Iklim Geser Pohon ke Kutub Utara

Ilmuwan memperkirakan pepohonan akan bergerak hingga 500 km ke Utara benua Antartika

Mulai saat ini hingga tahun 2100 mendatang, para Ilmuwan memperkirakan bahwa pepohonan akan bergerak hingga 500 km ke arah Utara benua Antartika.
 (cedcc.psu.edu)


Perubahan iklim kini menjadi salah satu musuh utama benua Artik. Bagaimana tidak, kondisi yang tercipta akibat pencemaran lingkungan ini berpotensi menganggu ekosistem yang ada di sana. Diperkirakan,pada tahun 2100 nanti, pepohonan akan menyebar sejauh 500 km ke utara benua yang diselimuti es abadi tersebut. Situasi ini akan membuat es yang berada di lautan Artika mudah mencair. Selanjutnya, perubahan struktur tanah yang terjadi akan menarik spesies-spesies pepohonan lain dari Selatan seperti pohon pinus, atau hewan seperti rubah bergerak menuju Utara.