Bunga Bangkai Kembali Mekar di Cibodas

Salah satu Bunga Bangkai (Amorphophallus titanum) koleksi Taman Wisata Mekarsari, terlihat berbunga, Kamis (12/11). Tanaman langka yang banyak dijumpai di Pulau Sumatera ini memiliki tinggi mencapai 2,3 meter.

Bunga bangkai di Kebun Raya Cibodas akan kembali berbunga untuk ketiga kalinya dalam bulan Mei 2011. Sebelumnya, bunga ini berbunga pertama kali pada tahun 2003 dan kembali berbunga pada 10 Mei 2007.  Amorphopallus titanum biasanya tumbuh di tempat terbuka yang relatif miring dan mendapat banyak cahaya matahari. Bunga ini juga biasa tumbuh di tanah yang gembur dan banyak mengandung humus serta memiliki aerasi yang baik. Pengelola Kebun Raya Cibodas pun menempatkan bunga langka ini di belakang guest house, lokasi yang paling mirip dengan habitat aslinya.
Bunga bangkai raksasa yang ada di Kebun Raya Cibodas dibawa dari Sumatera. Pada tahun 2000, tim eksplorasi Kebun Raya Cibodas mengambilnya dari Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi, pada ketinggian 680 meter di atas permukaan laut dan menanamnya kembali pada 26 Juni 2000."Dulu bunga ini ditanam di belakang rumah kaca, tetapi karena tanahnya merah maka dipindah ke lokasi yang sekarang. Tanahnya lebih banyak mengandung humus," kata Makmur, salah seorang pegawai Kebun Raya Cibodas yang ikut menanam Amorphopallus titanum.Bunga yang memiliki tiga fase pertumbuhan ini--vegetatif (berdaun), generatif (berbunga), dorman (istirahat)--berbunga setiap empat tahun sekali. Oleh sebab itu masa berbunganya menjadi momen istimewa yang selalu ditunggu-tunggu.

Sumber

Argulus, Kutu Air yang Menyerang Ikan

Ikan yang terserang kutu ini bisa mengalami anemia bahkan mati karena luka infeksi
Gigitan kutu ini menyebabkan ikan menjadi mudah terserang infeksi bakteri. Ikan yang terserang kutu juga bisa mengalami anemia bahkan mati karena luka infeksi. 
(wikipedia.org)
 
Kutu biasa dijumpai pada hewan berbulu seperti anjing atau kucing. Namun ternyata, hewan yang tidak memiliki bulu juga bisa diserang kutu. Ikan misalnya. Mereka tidak jarang dihinggapi ‘kutu air’ atau ‘kutu ikan’ atau Argulus.Sebagai informasi, Argulus merupakan hewan air berkulit keras yang umumnya masuk ke kolam dan akuarium dengan cara menumpang di ikan atau tanaman yang baru dimasukkan ke sana. Setelah masuk ke habitat baru, kutu ini berkembang biak dan menyebar ke ikan-ikan lain.

Otak Burung Kota Lebih Besar

Burung butuh otak lebih besar agar mampu bertahan di lingkungan perkotaan yang sulit
Burung kota memiliki otak yang lebih besar dibanding burung desa. (earthweek.com)
 
Sekelompok peneliti asal Swedia dan Spanyol yang dipimpin oleh pakar biologi Alexei Maklakov, melakukan survei terhadap 82 spesies burung gereja, termasuk burung pipit serta jenis burung lain yang umum bertengger di 12 kota besar di kawasan Eropa tengah.Mereka kemudian membagi burung-burung itu ke dalam kelompok yang lahir dan besar di perkotaan serta mereka yang besar di kawasan pinggiran. Kemudian peneliti membandingkan ukuran otak kedua kelompok burung itu.